Home » Skripsi dan AI: Kapan Boleh, Kapan Harus Hati-Hati

Skripsi dan AI: Kapan Boleh, Kapan Harus Hati-Hati

AI udah jadi bagian dari kehidupan mahasiswa. Mulai dari ChatGPT, Grammarly, QuillBot, sampai Google Bard, semuanya bisa dipakai buat bantu nulis, cek grammar, atau nyari referensi. Tapi, nggak semua dosen dan universitas terbuka sama penggunaan AI, apalagi kalau AI digunakan secara berlebihan sampai skripsi jadi 100% hasil mesin.

Di satu sisi, AI bisa mempermudah penelitian, tapi di sisi lain, kalau nggak hati-hati, bisa bikin mahasiswa terjerumus dalam plagiarisme dan pelanggaran akademik.

Makanya, sebelum pakai AI buat skripsi, yuk pahami dulu mana yang boleh dan mana yang harus dihindari!

Kapan AI Boleh Digunakan untuk Skripsi?

Meskipun AI bukan pengganti mahasiswa dalam menulis skripsi, ada beberapa cara AI bisa digunakan dengan aman dan tetap sesuai etika akademik:

Membantu Mencari Referensi & Riset Awal

AI bisa dipakai untuk membantu mencari referensi jurnal, artikel akademik, atau sumber yang relevan. Beberapa tools yang bisa digunakan:

  • Google Scholar → Cari jurnal akademik
  • Connected Papers → Rekomendasi paper yang saling berhubungan
  • Elicit AI → Meringkas jurnal ilmiah secara otomatis

Boleh digunakan selama tetap mengecek kredibilitas sumbernya dan tidak asal copy-paste dari AI.

Memeriksa Grammar & Struktur Kalimat

AI seperti Grammarly atau QuillBot bisa membantu memperbaiki tata bahasa, ejaan, dan gaya penulisan agar skripsi lebih profesional.

Boleh digunakan, karena hanya membantu memperbaiki tulisan yang sudah ada, bukan menulis ulang seluruh isi skripsi.

Membantu Menganalisis Data (Statistik & Coding)

Kalau skripsimu berbasis data atau pakai coding, AI seperti ChatGPT, Python Libraries, atau SPSS AI Tools bisa membantu menjelaskan sintaks, analisis statistik, atau bahkan membuat grafik dari dataset.

Boleh digunakan, asalkan mahasiswa tetap paham hasilnya dan bisa menjelaskan secara mandiri tanpa hanya mengandalkan AI.

Menyusun Outline & Ide Skripsi

AI bisa dipakai buat brainstorming ide atau menyusun kerangka skripsi supaya lebih terstruktur. Misalnya, ChatGPT bisa membantu memberi gambaran umum tentang teori, metodologi, atau studi kasus yang relevan.

Boleh digunakan, asal tetap dikembangkan sendiri dan tidak asal menyalin.

Kapan Harus Hati-Hati Pakai AI?

Ada beberapa situasi di mana menggunakan AI dalam skripsi bisa menimbulkan masalah serius, bahkan dianggap sebagai bentuk kecurangan akademik!

Menggunakan AI untuk Menulis Seluruh Skripsi

Kalau kamu cuma masukin prompt ke AI dan copy-paste seluruh isinya ke skripsi, STOP! Ini bisa dianggap sebagai plagiarisme karena teks yang dihasilkan AI bukan karya asli kamu.

Risiko: Bisa gagal sidang, skripsi ditolak, bahkan kena sanksi akademik kalau ketahuan!

Menggunakan AI untuk Menyusun Data Palsu

Skripsi berbasis penelitian butuh data yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan. Kalau pakai AI buat mengarang data atau hasil penelitian, itu udah masuk kategori pemalsuan data akademik.

Risiko: Bisa dianggap penipuan akademik dan bikin penelitian nggak valid.

Tidak Memeriksa Kebenaran Informasi yang Diberikan AI

AI itu pintar, tapi bukan selalu benar. Kadang, AI bisa memberikan informasi yang salah atau bahkan mengarang fakta.

Risiko: Kalau nggak dicek ulang, bisa bikin argumen skripsi kamu lemah atau salah total.

Mengandalkan AI Tanpa Paham Materi Skripsi Sendiri

Kalau dosen atau penguji skripsi mulai bertanya tentang isi skripsimu dan kamu nggak bisa jawab karena semuanya dikerjakan AI, itu udah jadi bendera merah.

Risiko: Bisa dicurigai nggak beneran ngerjain sendiri dan malah bikin sidang skripsi jadi berantakan.

Bagaimana Cara Menggunakan AI dengan Bijak untuk Skripsi?

Biar AI jadi asisten, bukan pengganti kamu dalam menulis skripsi, coba ikuti beberapa tips ini:

  • Gunakan AI sebagai alat bantu, bukan alat utama → AI boleh bantu cari referensi atau cek grammar, tapi tetap kamu yang harus menulis dan menganalisis sendiri.
  • Cek ulang semua informasi dari AI → Jangan langsung percaya, selalu verifikasi dengan sumber akademik yang valid.
  • Jangan mengandalkan AI untuk menulis seluruh isi skripsi → AI hanya boleh digunakan sebagai pendamping, bukan sebagai penulis utama.
  • Pahami isi skripsi kamu sendiri → Jangan sampai saat sidang kamu nggak bisa menjelaskan isi skripsimu karena terlalu bergantung pada AI.

Kesimpulan

AI bisa jadi alat yang sangat membantu dalam proses skripsi, tapi tetap harus digunakan dengan bijak dan sesuai aturan akademik. Gunakan AI untuk mencari referensi, cek grammar, atau menganalisis data, tapi jangan sampai terjebak dalam plagiarisme atau kecurangan akademik.

Ingat, skripsi adalah bukti kemampuanmu sebagai mahasiswa, jadi pastikan kamu tetap memahami, menulis, dan bertanggung jawab atas isinya. Jangan sampai gara-gara AI, kamu malah kena masalah di sidang skripsi!

Sedikit Promosi Yah

Tertarik untuk mendaftar di STIE IGI? Kunjungi website resmi STIE IGI atau cek akun Instagram @stieigi untuk informasi lebih lanjut!

Scroll to Top